Pembenihan udang vaname dengan sarana teknologi digitalisasi masa kini langkah awal mencegah infeksi penyakit

Kemunculan Penyakit Udang mengakibatkan dampak pembenihan atau Pemijah udang. dengan begitu kelengkapan alat untuk pembenihan sangatlah penting. baru-baru ini sudah ada teknologi digitalisasi modern yaitu alat alat perlengkapan untuk pembenihan sehingga benih dan bibit udang akan terjaga terutama kesehatanya.

Penyakit pada udang merupakan permasalahan utama pada budidaya dan pembenihan udang secara global termasuk bagi petambak udang di Indonesia. Tambak milenial udang vaname membuktikan bahwa pembudidaya sekarang sudah di bantu dengan pelatan modern saat ini. pembuangan kotoran secara otomatis,memberikan pakan otomatis,dan juga perlengkapan modern untuk pemijah udang. Hasilnya benih dan bibit udang terjaga sehat,dan berkualitas.

Identifikasi penyakit dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR)

Usaha di bidang perikanan tertuma udang memang masih di kunggulkan karena menghasilkan keuntungan besar. apalagi di indonesia ini memiliki wilayah strategis dan potensi. Sarana pembenihan dan pembesaran udang mengutamakan teknis seperti mengontrol kualitas air, makanan udang,dan kapsaitas kolam. identifikasi penyakit sejak dini juga sangat di butuhkan supaya benih benur di pastikan terbebas dari penyakit. Baru baru ini  identifikasi penyakit dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) sudah mulai di minati para petani tambak pembibitan udang,karena hasilnya akurat untuk  metode diagnosa penyakit pada udang, Sarana PCR tersebut juga bisa diterapkan pada indukan atau udang yang telah terjangkit penyakit, untuk memastikan kembali jenis penyakit dan selanjutnya bisa di lakukan awal dengan langkah pencegahan pada sisklus berkelanjutan.

Pengecekan udang yang terinfeksi Vibrio parahaemolyticus  yang menyebabkan AHPND/EMS

Selain sarana PCR untuk mengdiagnosa penyakit para Pembudidaya juga menggunakan Quality Control(QC) tiga tingkat untuk pengecekan udang yang terinfeksi Vibrio parahaemolyticus  yang menyebabkan AHPND/EMS. Langkah awal mengetahui apakah benur/indukan terinfeksi bakteri dari kelompok Vibrio spp. berikutnya tahapan kedua untuk memastikan apakah terdapat vibrio jenis V.parahaemolyticus dan yang terakhir Jika tahab kedua memang terkena positif,maka akan dianalisis lebih dalam apabila toksin yang menyebabkan penyakit muncul. Dari hasil tersebut dapat dikerjakan  tindakan selanjutnya berupa mengeliminasi benur/indukan maupun meningkatkan kualitas air tambak.

Sarana Pembenihan udang Vaname dengan teknologi terkini yang di gunakan untuk diagnosa penyakit, langkah-langkah quality control seperti yang tertulis di atas  bisa dilakukan PCR dengan sangat mudah dan dalam waktu singkat. sistem PCR itu biasanya tersedia di laboratorium  balai-balai budidaya perikanan di Indonesia. balai perikanan melengkapi alat alat kebutuhan budidaya udang dan pemijah. Sarana perlengkapan seperti laboratorium acuan dan penguji penyakit mengambil beberapa sempel udang kemudian dikirim ke laboratorium dan dianalisis.

adapaun semple yang di butuhkan seperti kaki renang (pleopod), hemolimfa, atau hepatopankreas yang bisa di ambil dari calon benur yang akan ditebar,Atau bisa di ambilkan udang yang terjangkit penyakit atau mati kemudian dimasukan dalam alkohol 70% selama 24 jam sebelum pengiriman.

Sarana Pembenihan udang Vaname seperti Alat PCR kini sudah berkembang dan sangat di butuhkan untuk untuk memfasilitasi identifikasi sampel langsung di lapangan secara real time dan dalam waktu yang lebih singkat.

Sistem kinerja Polymerase Chain Reaction (PCR)

Penggandaan rantai DNA Jumlah besar hanya beberapa jam saja dan penanda probe yang mutakhir. Sarana Teknologi berkontribusi besar solusi meningkatkan kualitas benur/indukan dan langkah awal pencegahan penyakit.

Index Pakan Udang

Services

Pada pre-molt, Udang mengalami penurunan nafsu, yang dilakukan adalah kurangi jumlah pakan hingga 50-70% untuk menghindari penumpukan sisa pakan.

Jurnal manajemen pemberian pakan udang vaname

Benih udang yang sudah fattening dalam akan di lakukan penelitian termasuk menejemen pemberian pakan udang dengan persentase 35% dari berat bobot biomassa per hari memberikan hasil yang baik,karena ini dinilai ideal bagi perkembangan pertumbuhan pada jenis udang vaname.

Udang vaname umur 10 hari

Benih udang yang sudah mengalami perkembangan dengan proses yang terukur dan selalu di pantau pengecekan dengan
Monitoring pertumbuhan dilakukan dengan sampling seterusnya disortir sesuai ukuran seragam lalu ditimbang dan dihitung jumlahnya. Sampling bisa di lakukan pada usia 40 hari dan kemudian dapat dilakukan setiap minggu sekali.

Waktu pemberian pakan udang vaname

Waktu yang sudah teruji benih udang yang setiap hari selalu di perhatikan sehingga memberikan dampak terbaik untuk pembesaranya dengan Memberikan udang vaname pelet sebanyak 5 kali sehari untuk benur udang vaname yang telah berusia 46-120 hari.

Proses molting

Perkembangan Benih udang saat sukses proses pembesaran bertambahnya usia terjadi molting antara tiga sampai delapan minggu dan prosesnya tidak memakan waktu yang lama. umumnya cangkang baru mulai membentuk dan hingga mengeras dalam hitungan jam.

Pakan Alami untuk Udang

Benih udang
Dibedakan menjadi 2 golongan,hewani (zooplankton) dan plankton nabati (fitoplankton). Keduanya mengandung serat tinggi yang baik untuk pencernaan udang, khususnya pada tahap pembenihan

Panen udang dalam setahun

Hail pemijahan yang sukses pengembang biakan yang baik sangat meyenangkan,udang yang sudah besar akan siap di panen,dalam setahun Masa panennya lebih singkat, yakni tiga siklus per tahun dengan hasil lebih banyak dan berkualitas

pakan benur udang vaname

Benih udang vaname

Manajemen pakan pada benur udang vaname dikerjakan dengan memberikan jenis pakan Skeletonema sp. dan Artemia

Kesehatan Benur Udang Vaname

Penyebab benih vaname lambat besar
Faktor mempengaruhi kesehatan benih udang vaname Menurunnya atau melambatnya pertumbuhan benih menunjukkan terjadinya serangan dari virus Enterocytozoon hepatopenaei (EHP). EHP.Sarana pembenihan

Konsultasi

Service Pembahasan

Frekuensi pemberian pakan pada udang vaname

Benih udang dan pemeliharan proses pemberian makan

Pemberian pakan udang vaname menurut umur

Benih udang melalui proses penelitian memberikan pakan saat umur

Langkah langkah pembesaran udang vaname
Benih udang berkembang dan pembesaran udang

benih udang

Shrimp farming

Banyak spesies benih udang yang berbeda hidup di kolam vernal. Mereka datang dalam banyak warna. Mereka memiliki satu mata. Benih Tubuh udang di amankan atau terlindungu oleh kedua cangkangnya yang membentuk karapas. Karapas tersebut mirip menyerupai biji, sehingga disebut Benih Udang.

01

Shrimp seed size

Di tambak udang dipanen sekitar 160–165 mm (30–35 g). Benih udang yang ditebar (15–20 mm) mencapai ukuran panen ini dalam waktu sekitar 4 bulan dalam salinitas 15–25 ppt.

02

Hatchery Shrimp

Proses dan tempat pembenihan udang untuk mendapatkan benur yang nantinya akan dibudidayakan. Dalam skala yang lebih besar, hatchery ialah prosedur yang di khususkan dikerjakan untuk memberikan fasilitas pada telur-telur yang baru menetas,Hasilnya menghasilkan benih unggulan.

03

Seeds shrimp Farming

Benih Udang biasanya merupakan salah satu krustasea paling melimpah di kolam vernal. Mereka kebanyakan hidup di dasar kolam vernal. Sebagian besar makanan mereka berasal dari zona pertemuan air dengan dasar. Mereka adalah pengumpan filter seperti Fairy Shrimp, Clam Shrimp, dan Water Fleas.