Keterangan
TB = tandon filter biologis (biofilter)
TSA = tandon sterilisasiair
PPU = petak pembesaran udang
UPL = unit pengolah limbah

Teknik Pemeliharaan Larva Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) di balai budidaya air payau jepara jawa tengah.

Udang vannamei (Lithopenaeus vannamei) budidaya udang vaname setiap tahunya selalu ada pengembangan,baik itu menambah jumlah lokasi dan peralatan budidaya. Sudah di akuhi di kalangan komodidi ekspor dan ada juga di kota luar pemerintah setempat juga terlibat dalam hal pengembangan budidaya udang vaname ini,tujuanya untuk devisa.

Teknik Pemeliharaan Larva bibit Udang vaname (Litopenaeus Vannamei) di jepara Meliputi;

  • Bak pembenihan larva.
  • Pakan untuk larva udang vannamei.
  • Pengamatan kondisi dan perkembangan larva secara visual dan secara mikroskopis.
  • Pengukuran kualitas air yaitu pergantian air,monitoring kualitas air termasuk suhu dan salinitas,
  • pengendalian hama dan penyakit.
  • Panen dan pasca panen.

Pengelolaan Kualitas Air

Kualitas Air Suhu,Salinitas,PH,dan Do di kerjakan dengan di ukur dua kali dalam sehari pada waktu dan waktu sore. karena waktu tersebut adalah waku terjadinya fluktuasi  parameter yang signifikan.

Monitoring Pertumbuhan

Pengerjaan menggunakan pengamatan alat Makroskopis yang dilakukan secara visual lalu mengambil sampel dari bak pemeliharaan sebanyak 1 liter becker glass setelah itu di butuhkan cahaya,sehingga terlihat kondisi tubuh larva, pigmentasi, usus, dan sisa pakan kotoran atau feces dan butiran-butiran yang membahayakan larva dan juga dengan Pengamatan Mikroskopis, Dikerjakan dengan metode pengambilan beberapa ekor  larva lalu ditaruh di atas gelas objek. setelah itu diamati dibawah dengan alat mikroskop. Cara ini dilakukan untuk mengamati morfologi tubuh larva, lkarena keberadaan parasit, pathogen bisa menjadi penyebab larva terserang penyakit.

Panen dan pasca panen

Pada PL 21 – PL 25 membuat waktu yang tepat menjelang mulai pemanenan dari bak pemeliharaan,atas ukuran tersebut dapat dengan mudah dipelihara pada tambak dan dapat dengan mudah untuk dikirim. bak pemeliharan yang sudah di penuhi Larva akan dlakukan panen dengan cara mengurangi 1/3 air pada bak lalu dikumpulkan pada bag net yang ditempatkan pada ujung pipa pembuangan. Cara seperti lumayan efisien untuk mengumpulkan semua larva.

Post larva bisa ditampung dalam bak plastik, bak fiberglass, atau kanvas dengan ukuran 500 – 1000 liter dan diberi aerasi. Air dengan Suhu didalam kantong plastik diturunkan menggunakan es batu. Postlarva dengan kepadatan 200 – 500 per liter bisa diangkut sampai 10 jam tanpa menyulut tingkat mortalitas yang tinggi.

 

.

Benih berkualitas Menghasilkan Udang berkualitas
kualitas benur udang

Ciri benur atau benih udang yang berkualitas

Pastikan benur benih mempunyai bentuk tubuh yang sempurna.seperti Antena benur udang tidak patah, artinya bisa membuka dan menutup. mata mengkilap dan Bentuk tubuh lurus dan langsing.

Kegiatan Pembenihan udang dan Pemeliharaan

Meliputi makanan yang menyehatkan benih/benur
pakan alami 2 golongan, yaitu hewani (zooplankton) dan plankton nabati (fitoplankton). pakat tersebut mengandung serat tinggi yang baik untuk pencernaan udang, khususnya pada tahap pembenihan.

Pengecekan Pertumbuhan Udang

Menggunakan Monitoring pertumbuhan dikerjakan dengan sampling udang saat di kolam menggunakan alat menggunakan jala. seterusnya disortir sesuai ukuran yang seragam kemudian ditimbang dan dihitung jumlahnya.

Menguji Ketahanan Benih Udang

Menguji ketahanan suatu bibit udang yang baik
Dilakukan dengan cara stress test atau uji stres. Uji stres Cara ini bisa dilakukan dengan merendam benih udang kedalam air tawar atau formalin 100 ppm selama 30 menit. Setelah itu, persentase tingkat kematian udang dihitung.